Catatan gerakan · Ciamis, Galuh

Yang baik,
jangan
ditunda.

SEGERA adalah ajakan Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis untuk mengubah kepedulian menjadi kebiasaan—dimulai dari halaman rumah, hari ini.

Lanskap hijau dan kebun yang dirawat
Kabupaten CiamisTanah yang dirawat
Pramuka CiamisBergerak bersamaDari Galuh untuk Indonesia
01 / Mengapa SEGERA

Sebuah gerakan yang tumbuh dari rasa memiliki.

“Ciamis tidak kekurangan orang baik. Yang kita butuhkan adalah ruang untuk bergerak bersama.

Itulah pesan Nanang Permana saat memperkenalkan Gerakan SEGERA. Bukan program yang datang dari atas, melainkan meja panjang untuk siapa pun yang ingin ikut merawat tempat tinggalnya.

02 / Enam cara bergerak

Niat baik,
dibumikan.

Pilih pintu masukmu. Setiap pilar punya aksi kecil yang bisa dimulai bersama—dan dicatat agar tidak hilang.

01

Semangat Menanam

Menanam bukan seremoni satu hari. Kami rawat bibit, kebun, dan kebiasaan sampai menjadi pangan yang bisa dipanen bersama.

2.400 bibit
02

Edukasi Bencana

Membaca tanda alam, mengenali jalur aman, dan melatih pertolongan pertama—pengetahuan yang menyelamatkan.

18 titik siaga
03

Gerakan Disiplin

Dari tepat waktu sampai tertib lalu lintas. Disiplin kecil yang dilakukan ramai-ramai menjadi budaya yang terasa.

7 sekolah
04

Ekonomi Kreatif

Membuka ruang bagi ide muda, produk lokal, dan cerita Galuh untuk tumbuh menjadi penghidupan.

34 pelaku
05

Resik Lingkungan

Sungai, halaman, dan gang adalah wajah kita. Aksi resik yang konsisten membuat kampung lebih sehat.

11 sungai
06

Aksi Nyata

Tidak berhenti di rencana. Setiap gagasan punya tanggal, kawan kerja, dan bukti yang bisa dilihat kembali.

126 aksi
03 / Kabar lapangan

Yang sudah
dimulai.

Anak muda merawat tanaman di kebun

Dari bibit ke meja makan: kebun pangan yang dirawat anak-anak Ciamis

Mengapa disiplin adalah bentuk paling sederhana dari peduli

Baca catatan →

“Kami ingin pulang membawa kebiasaan baru”

Baca catatan →
04 / Agenda bersama

Tandai
kalendermu.

Tidak harus menunggu undangan. Datang, ajak satu kawan, dan bawa pulang satu kebiasaan baru.

22JUN

Sabtu resik Sungai Citanduy

Resik Lingkungan · Bojongmengger

06.30 — 09.30
29JUN

Kemah aksi: belajar siaga bencana

Edukasi Bencana · Panjalu

15.00 — selesai
06JUL

Pasar karya muda Galuh

Ekonomi Kreatif · Alun-alun Ciamis

08.00 — 14.00
05 / Catatan terbaru

Cerita dari
lapangan.

Buka Lomba Tingkat II Purwadadi Ciamis, Nanang Permana; Ini Sarana Evaluasi, Bukan Menang-Kalah!

Sebanyak 72 regu Pramuka Penggalang unjuk kemahiran dalam ajang Lomba Tingkat II Purwadadi Ciamis yang resmi dibuka pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka gelaran Lomba Tingkat (LT) II perdana di tingkat kwartir ranting se-Kabupaten Ciamis tahun ini.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ciamis, H. Nanang Permana, M.H., hadir langsung memimpin upacara pembukaan yang ditandai dengan prosesi simbolis penancapan kapak.

Bukan Pertandingan, Melainkan Ajang Evaluasi Kemandirian

Dalam amanatnya, Nanang menegaskan bahwa esensi dari Lomba Tingkat (LT) bukanlah arena pertandingan untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Menurutnya, kegiatan kepramukaan ini murni berfungsi sebagai sarana evaluasi terhadap capaian pembinaan regu selama berlatih di pangkalan masing-masing.

"LT berfungsi sebagai sarana evaluasi hasil latihan. Penilaiannya bukan menang atau kalah, melainkan prestasi tinggi, baik, dan cukup," ujar Nanang di hadapan para peserta dan pembina.

Ia menekankan bahwa setiap anggota dan pembina harus menjadikan kegiatan ini sebagai momen introspeksi guna mengukur kekuatan serta memperbaiki kekurangan tim. Regu yang nantinya meraih predikat tertinggi pun diimbau agar tetap rendah hati.

"Tidak ada istilah kalah atau menang. Yang terpenting adalah menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk para pembinanya," lanjutnya.

Diikuti 72 Regu, Pembina Diminta Tidak Ikut Campur

Pelaksanaan LT II Kwarran Purwadadi yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 36 regu putra dan 36 regu putri dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs.

Setelah prosesi pembukaan yang turut dimeriahkan penampilan tari dari Pramuka Siaga, Nanang bersama jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan pengurus Kwarran meninjau langsung area perkemahan peserta.

Pada kesempatan itu, Nanang memberikan peringatan tegas kepada seluruh pembina pendamping agar tidak mencampuri urusan teknis peserta selama lomba berlangsung. Kemandirian anggota, menurutnya, adalah nilai utama yang harus dijaga.

“Pembina cukup mengamati dan memberikan semangat. Jangan ikut mendirikan tenda atau membantu memasak. Biarkan peserta menyelesaikan semua tugas secara mandiri,” tegas Nanang.

Nantinya, regu terbaik yang berhasil meraih predikat Berprestasi Tinggi pada ajang ini berhak mewakili Kwarran Purwadadi untuk berlaga di Lomba Tingkat (LT) III di tingkat Kwarcab Kabupaten Ciamis.

06 / Bawa pulang

Satu kabar baik, setiap dua minggu.

Dapatkan cerita dari lapangan dan agenda terdekat langsung di kotak masukmu.

Ikut bergerak →