
Kabar kurang sedap mengenai kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Ciamis diungkapkan langsung oleh Bupati Herdiat Sunarya.
Di tengah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mulai berdampak pada tersendatnya pembangunan infrastruktur, Pemkab Ciamis memutuskan untuk tetap “mengamankan” dana insentif bagi para tokoh masyarakat dan keagamaan.
Kepastian ini disampaikan Bupati Herdiat saat membuka agenda Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Besar Al Hidayah, Kecamatan Lakbok, Senin malam (23/02/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kesejahteraan ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput.
Defisit Anggaran Paksa Pemkab Putar Otak
Bupati Herdiat secara terbuka mengakui bahwa tahun pertama di periode keduanya ini penuh dengan tantangan finansial.
Ruang gerak pemerintah daerah menjadi sangat terbatas akibat kondisi keuangan yang tidak stabil.
“Kondisi APBD kita tidak baik-baik saja. Defisit ini membuat sejumlah proyek pembangunan, baik jalan maupun fasilitas pendidikan, terpaksa tersendat,” terang Herdiat di hadapan para kepala desa se-eks Kewadanan Banjarsari.
Meskipun pembangunan fisik melambat, Herdiat menegaskan bahwa roda pelayanan publik harus tetap berjalan, termasuk kewajiban pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada penggerak sosial di desa-desa.
Daftar Insentif yang Tetap Disalurkan
Sebagai komitmen nyata, dalam kunjungan perdana Tarling tersebut, Bupati langsung menyerahkan sejumlah bantuan dan insentif secara simbolis.
Kebijakan ini merupakan upaya menjaga moralitas para pejuang keagamaan dan kemasyarakatan di tengah krisis.
Berikut adalah daftar elemen masyarakat yang tetap menerima insentif:
- Sektor Keagamaan: Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Guru TPA, serta Imam Masjid tingkat Desa dan Kecamatan.
- Sektor Pemerintahan Desa: Seluruh Ketua RT dan Ketua RW se-Kecamatan Lakbok.
- Bantuan Sosial: Mushaf Al-Qur’an untuk DKM serta paket sembako melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Janji Maksimal di Masa Depan
Herdiat mengakui bahwa nominal insentif yang diberikan saat ini mungkin belum memenuhi ekspektasi semua pihak karena keterbatasan kemampuan anggaran.
Namun, ia berjanji akan terus melakukan pembenahan agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat saat kondisi fiskal pulih.
“Konsistensi ini akan terus kami jaga. Mudah-mudahan ke depan kemampuan anggaran kita membaik sehingga nominalnya bisa lebih maksimal,” pungkasnya.



